Langsung ke konten utama

Perkenalan Diri


 Nama : Rela Juniyati

Kelas    : XII BDP 3

NO         : 02

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Candi Prambanan

  Mengutip dari buku SENI RUPA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH, PURWO PRIHATIN, S.Sn., M.Hum, pada saat pembangunan Candi Prambanan, orang-orang yang terlibat pun telah memikirkan cara agar kondisi alam yang ada tidak akan membahayakan konstruksi candi dan menyebabkan erosi. Salah satunya dengan melakukan perubahan pada tata air, yaitu dengan memindahkan aliran sungai di dekat candi. Pembangunan awal Candi Prambanan selanjutnya terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya seperti raja Daksa dan Tulodong, hingga akhirnya ada ratusan candi-candi tambahan di sekitar candi utama. Dulu, di masa kejayaannya, Candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung yang digunakan untuk menggelar berbagai upacara penting. Ada banyak pendeta dan muridnya yang berkumpul di Candi Prambanan dalam rangka mempelajari kitab Weda dan melaksanakan ritual

Candi Borobudur

  Candi borobudur dibangun sekitar abad ke 8-9 masehi, yakni pada masa kerajaan Syailendra. Salah satu peninggalan budaya terbesar di dunia ini terletak di Kota Magelang, Jawa Tengah. Keberadaan candi Borobudur secara geografis terletak di antara beberapa pegunungan dan terdapat di sekitar aliran sungai Progo dan Elo. Istilah Borobudur adalah ucapan yang sering diucapkan Buddha setelah adanya pergeseran bunyi, hingga menjadi Borobudur. Penjelasan lain pun mengatakan bahwa kata Borobudur berasal dari bara dan beduhur. Bara berarti vihara dan beduhur berarti tinggi. Mengutip buku Kearifan Lokal Jawa Tengah: Tak Lekang Oleh Waktu oleh Retno Susilorini, dijelaskan bahwa filosofi dari bangunan candi Borobudur bisa dilihat dari relief Karmawibhangga yang menggambarkan kehidupan manusia dan memberikan petunjuk pendirinya yakni Raja Samaratungga yang berkuasa pada tahun 782-812 masehi. Candi yang dibangun pada masa kejayaan Wangsa Syailendra dan didirikan oleh Samaratungga ini bertujuan un...

Garuda Wisnu kencana (GWk)

Patung GWK berdiri di atas bukit batu kapur setinggi 263 meter di atas permukaan laut yang berada di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana seluas sekitar 250 hektar. Patung megah maskot Bali ini diresmikan Presiden Jokowi pada 22 September 2018.   Ketinggian Patung GWK mencapai 121 meter dengan berat 4.000 ton yang terbuat dari bahan tembaga, baja, dan kuningan. Dengan ketinggian yang melebihi Patung Liberty (93 meter), membuat patung GWK dapat terlihat dari radius hingga 20 km sehingga dapat dilihat dari Kuta dan Nusa Dua. Patung GWK adalah patung Dewa Wisnu yang menunggang Burung Garuda. Dibangun setinggi 75 meter, dengan pondasi 70 meter tinggi sayap burung Garuda yang membentang selebar 66 meter. Patung yang merepresentasikan Dewa Wisnu sedang menunggangi Burung Garuda ini dibuat oleh I Nyoman Nuarta dalam waktu hingga 28 tahun. Latar Belakang Didirikannya Patung GWK Sejarah patung GWK Bali dibuat oleh seorang maestro Bali bernama I Nyoman Nuarta. Seperti dilansir situs ...